Showing posts with label Polri. Show all posts
Showing posts with label Polri. Show all posts

Wednesday, November 17, 2010

Wakapolri Jusuf Manggabarani : Walau Gaji Sederhana, Polri Jangan Lakukan Pelanggaran


Wakapolri Komjen. Polisi Jusuf Manggabarani


WAWANCARA EKSKUSIF

Dimuat juga di KATAKAMI.WORDPRESS.COM

Banyak Kali Cakap Kau Gayus, Jangan Pojokkan Institusi Polri & Kejaksaan

 
Jakarta 17/11/2010 (KATAKAMI) --- Mabes Polri kembali mendapat sorotan tajam dari masyarakat Indonesia pasca terkuaknya sebuah fakta yang sangat tidak lazim yaitu terdakwa kasus mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan ( yang notabene sedang ditahan di Rutan Cipinang Cabang Mako Brimob (Kelapa Dua, Depok) ternyata bisa plesiran ke Bali untuk menonton pertandingan tenis internasional.

Untuk membicarakan masalah tersebut, disela-sela pelaksanaan sholat Ied Idul Adha dari jajaran Polri di Lapangan Bhayangkara Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, KATAKAMI.COM mendapatkan kesempatan untuk melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF dengan Wakapolri Komjen. Polisi Jusuf Manggabarani pada hari Rabu (17/11/2010) siang.


Dan inilah hasil WAWANCARA EKSKLUSIF kami :






KATAKAMI  (K) : Selamat Hari Idul Adha, Pak Wakapolri. Mengenai kasus Gayus Tambunan, masyarakat kecewa pada Polri karena tahanan kelas kakap seperti Gayus bisa keluar masuk seenaknya dari Rutan Brimob. Bagaimana tanggapan dari Pak Wakapolri ?


JUSUF MANGGABARANI (JM) : Jadi semua kritikan yang disampaikan kepada kami adalah wujud dari perhatian dari seluruh masyarakat kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Memang Polri dituntut untuk bekerja dalam koridor Rahmatullahi Wa Barakatuh.

Artinya, harus bisa bekerja sesuai dengan aturan tetapi dalam koridor Rahmatullahi Wa Barakatuh.

Sehingga Polri tidak bisa dipukul rata. Dalam kasus ini ada pertanggung-jawaban hukum yang harus dipertanggung-jawabkan oleh masing-masing anggota yang lalai dalam tugas. Pertanggung-jawaban itu harus dipertanggung-jawabkan oleh bersangkutan. Tidak mungkin Kapolri pergi ke tahanan dan ikut menjaga disana. Tidak mungkin juga Kapolri menghubungi masing-masing tahanan untuk bertanya kepada mereka, dimana kau sekarang ?

Jadi ada pertanggung-jawaban berdasarkan tatanan yang ada.


(K) : Baiklah kalau misalnya alasan dari Polri seperti itu. Tetapi pada faktanya, seseorang yang sedang disorot oleh publik karena kasus yang sangat kontroversial seputar mafia pajak ternyata bisa keluar masuk sampai 68 kali dari rutan yang dijaga oleh polisi. Bagaimana tanggapan Bapak ?


(JM) : Begini ya, kami adalah orang pertama yang akan menyatakan tidak setuju jika terjadi penyalah-gunaan wewenang yang menyalahi aturan hukum yang berlaku. Jadi jangan bilang bahwa Bapak Kapolri dan kami semua di Polri ini setuju dengan tingkah laku mereka. Kami adalah orang pertama yang paling tidak setuju !


(K) :  Oke, kalau memang benar para pimpinan di Mabes Polri memang tidak setuju kalau ada anggota yang menyalah-gunakan wewenang sehingga seorang tahanan semacam Gayus Tambunan bisa keluar masuk sampai 68 kali, apa tindakan tegas yang akan dilakukan sebagai pembenahan ke dalam internal Polri sendiri ?


(JM) : Kami ingatkan kepada anggota-anggota yang sudah berani melakukan tindakan yang sejauh itu, mereka harus siap mempertanggung-jawabkannya. Berani berbuat maka harus berani bertanggung-jawab. Sebab dalam melaksanakan tugas, ada aturan dan ketentuan yang harus dipatuhi. Jadi, siapapun yang terlibat dalam kasus ini harus siap mempertanggung-jawabkannya secara pidana. Dan harus bertanggung-jawab secara profesi.

( Catatan Redaksi : Seluruh petugas Rutan yang terlibat dalam kasus keluar-masuk Gayus Tambunan dari dalam rutan, saat ini diperiksa secara marathon oleh Tim Gabungan yaitu dari Reserse atau Bareskrim dan Divisi Propam atau Profesi & Pengamanan ).


(K) : Kebetulan, KATAKAMI.COM yang berulang-ulang kali menanyakan kepada pimpinan di Polri tentang rendahnya tingkat kesejahteraan dari para anggota Polri. Apakah para di Polri ini menyadari bahwa rendahnya gaji dari para anggota Polri yang membuat mereka menjadi rentan terhadap aksi suap. Contohnya ya dalam kasus Gayus Tambunan ini. Bisa kasih tanggapan Pak Wakapolri ?


(JM) : Tidak begitu. Jangan diartikan seperti itu. Keterbatasan dalam masalah kesejahteraan, jangan diidentikkan dengan pelanggaran. Semua anggota Polri harus memiliki ketabahan atas apa yang menjadi konsekuensi dari tugasnya.  Seperti makna dalam perayaan Idul kurban ini. Jadi Polri harus memiliki ketabahan kita dalam melaksanakan tugas dalam koridor Rahmatullahi Wa Barakatuh.

Jadi kami sebagai pimpinan di Polri perlu mengingatkan kepada semua anggota Polri, jangan karena kita mempunyai gaji yang sangat sederhana, gaji yang sederhana itupun bukan berarti tidak cukup, jangan dijadikan gaji yang sederhana itu sebagai pembenaran untuk melakukan pelanggaran dan penyelewengan seperti itu.


(K) : Pak Wakapolri, apalagi harapan yang bisa disampaikan kepada para anggota Polri agar ke depan jangan terulang lagi hal-hal yang memalukan seperti dalam kasus Gayus Tambunan ini ?


(JM) : Anggota Polri harus bisa memaknai perayaan Idul kurban ini dapat meningkatkan kesungguhan dan tanggung-jawabnya dalam menjalankan tugas. Dan melihat tugas-tugas itu sebagai ibadah dalam rangka pengabdiannya kepada Tuhan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta memberikan perlindungan, pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat.



(K) : Baik, terimakasih Pak Wakapolri untuk wawancara ini.


(*)

Tuesday, November 16, 2010

Banyak Kali Cakap Kau Gayus, Jangan Pojokkan Institusi Polri & Kejaksaan


Gayus Halomoan Tambunan (kanan) saat menyamar berpergian ke Bali

Dimuat juga di KATAKAMI.WORDPRESS.COM

Oleh : Mega Simarmata, Pemimpin Redaksi KATAKAMI.COM



Jakarta 16/11/2010 (KATAKAMI) — Barangkali yang tidak dimiliki oleh media lain adalah kesempatan untuk bisa masuk sampai ke bagian dalam Rutan Cipinang Cabang Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

KATAKAMI.COM adalah satu dari sangat sedikit media yang beruntung bisa masuk sampai ke bagian dalam Rutan ini.

Tidak semua tahu bahwa sebenarnya Rutan di Mako Brimob ini adalah perpanjangan-tangan dari LP Cipinang.

Sehingga dalam penulisannya harus disebutkan Rutan Cipinang cabang Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Begitu juga yang ada di Kejaksaan Agung.

Rutan yang ada disana adalah Rutan Cipinang Cabang Kejaksaan Agung.



Foto : Terdakwa kasus mafia pajak, Gayus Halomoan Tambunan saat menonton pertandingan tenis di Bali

Gayus ( mantan pegawai Ditjen. Pajak ) diketahui sudah tidak ada di tahanan sejak Rabu 3 November 2010. Polri baru mengetahui hal ini hari Minggu 7 November.

Gayus berhasil ditangkap di rumah mewahnya berharga miliaran rupiah di Kelapa Gading pada Minggu (7/11/2010) malam.

Kasus Gayus makin heboh setelah muncul foto pria mirip Gayus dan mirip istrinya sedang menonton tenis di Nusa Dua Bali pada 5 November pukul 21.00 WIB.

Wartawan foto dari harian KOMPAS bernama Agus Susanto adalah jurnalis yang sangat beruntung bisa mendapatkan kesempatan memotret keberadaan Gayus saat menonton pertandingan tenis antara petenis.
Bahkan wartawan KOMPAS lainnya berhasil juga memvideokan saat Gayus menonton pertandingan tenis antara petenis Jepang Kimiko Date Krumm melawan petenis Cina, Li Na di Hotel Westin, Bali.

Hal ihwal keberadaan Gayus di Pulau Dewata (Bali) adalah :


Hari Kamis pagi, Gayus terbang ke Denpasar dengan menggunakan pesawat Lion Air dan menginap di Hotel Westin. 

Di sana ia bukan hanya menginap tetapi juga menyaksikan pertandingan tenis yang kebetulan digelar di hotel tersebut. 

Gayus bahkan menyaksikan pertandingan dua hari berturut-turut sebelum kembali ke Jakarta pada hari Sabtu.

Pada hari Sabtu malam, Gayus masih sempat pergi untuk menghadiri resepsi perkawinan.

Di resepsi itu,  sosok keberadaan Gayus terlihat langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Jusuf Manggarabani, yang kemudian memerintahkan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Ito Sumardi untuk mengecek keberadaan Gayus. 

Hasil inspeksi mendadak ke Rutan Mako Brimob itulah terungkap Gayus keluar dari tahanan dan Kabareskrim memerintahkan tim Detasemen Khusus 88 untuk mengembalikan Gayus ke Rutan Mako Brimob.



Foto : Terdakwa kasus mafia pajak, Gayus Halomoan Tambunan saat memotret menggunakan handphone-nya pertandingan tenis di Hotel Westin, Bali.

Kasus kaburnya Gayus Tambunan dari tahanan Mako Brimob makin panas dan mulai terkuak serentetan sogokan duitnya.

Seperti yang dimuat dalam website Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang mengutip pemberitaan Tribun News (11/11/2010),  Mantan Kepala rutan Mako Brimob yang kini dinonaktifkan Kompol Iwan Siswanto mengaku kepada penyidik dirinya menerima “siraman” dari Gayus.

Iwan kepada penyidik direktorat tindak pidana korupsi Bareskrim Polri mengaku mendapatkan uang sekitar Rp 370 juta dari Gayus.

Jumlah sebesar itu diperolehnya sejak Juli hingga Oktober 2010.

Gayus menurut Iwan, sudah mulai melakukan aksi menyuap dirinya dan anak buahnya (Iwan) untuk dapat mengirup udara kebebasan sejak Juli lalu.

Sejak itu pula Gayus tak pernah berada di rutan Mako Brimob kecuali dirinya hendak menjalani sidang keesokan harinya. “

Juli dia dapat Rp 3,5 juta perminggu dan Rp 50 juta perbulan,” ujar sumber Tribunnews, Rabu (10/11).
Gayus memang mengelompokkan “sogokan” kepada Iwan dalam dua bentuk.

Mingguan dan bulanan.

Uang untuk Iwan itu bertambah pada Agustus 2010. Kala itu, Iwan mendapatkan uang sebesar Rp 5 juta perminggu dan Rp 100 juta perbulannya.

Sementara Iwan yang ditemui di tahanan mengakui dirinya memang mendapatkan uang sekitar Rp 300 juta dari Gayus Tambunan.

Plt Sekretaris Satgas anti mafia hukum Yunus Husein membenarkan informasi tersebut. “Ada transaksi Rp 50 juta perbulan,” tutur Yunus yang ditemui selepas acara Seminar Nasional UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, di Hotel Sultan, Rabu
(10/11/2010) siang.


Selain kepada Iwan, Gayus juga memberikan sejumlah uang kepada para penjaga rutan lainnya termasuk 8 orang yang menjadi terperiksa untuk mempermulus “kebebasannya” itu.
 
Kepada para penjaga rutan bawahan Iwan, Gayus memberi masing-masing Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta perminggunya. Gayus sengaja tidak memberi “jatah” bulanan karena sistem tugas penjaga-penjaga rutan itu yang shift-shiftan.

Menurut sumber, atas perbuatannya itu Iwan kini berstatus tersangka dalam kasus suap.

Sebelumnya dia juga mendapat status terperiksa dalam pelanggaran disiplin dan kode etik profesi Polri bersama Briptu BH, Briptu DA, Briptu DS, Briptu AD, Bripda ES, Bripda JP, Bripda S, Bripda B. “Pelanggaran disiplinnya adalah Pasal 3 huruf g, Pasal 4 huruf d dan f, Pasal 5 huruf a, Pasal 6 huruf q dan w dari peraturan pemerintah nomor 2 tahun 2003 tentang peraturan disiplin anggota Polri,” ungkap Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol Ketut Untung Yoga Ana.

“Dipersangkakan juga sebagai terperiksa dalam pelanggaran kode etik profesi Polri yaitu Pasal 5 huruf a, Pasal 7 ayat 1 peraturan Kapolri nomor 7 tahun 2006 tentang kode etik profesi Polri,” katanya lagi. 

Mereka dijerat pasal-pasal tersebut karena dipastikan telah melanggar kode etik profesi dan disiplin dan lalai dalam menjalankan tugasnya dalam menjaga Gayus Tambunan.



Foto : Terdakwa kasus mafia pajak Gayus Halomoam Tambunan menangis saat ia mengakui kepada Ketua Majelis Hakim Albertina Ho di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (15/11/2010) bahwa ia memang pergi ke Bali. Sambil mencucurkan air mata, Gayus mengaku menyesal atas perbuatannya itu. ( Foto : DETIK )
 

Yang menarik untuk di bahas dalam tulisan ini adalah “keluguan” Gayus yang nyanyi di persidangan bahwa memang betul ia berpergian ke Bali.

Dan ternyata setelah diusut, keluar masuknya Gayus dari Rutan di Mako Brimob sejak Juli 2010 sampai November 2010 adalah sebanyak 68 kali.
 
Pertanyaannya, mengapa baru (di) bocorkan kepada media setelah Gayus keluar untuk yang ke 68 kalinya ?

Pertanyaan selanjutnya (kali ini lebih tepat kalau Gayus sendiri yang menjawab), apakah dia tidak tahu bahwa di setiap sudut Rutan Mako Brimob itu terpasang sejumlah alat penyadap dan kamera dari beberapa institusi.

Paling tidak, patut dapat diduga ada alat penyadap dan kamera pemantau dari Mabes Polri sendiri ( sebagai institusi yang diberi kepercayaan oleh Departemen Hukum dan HAM untuk menjadi cabang LP Cipinang).

Kemudian, patut dapat diduga disitu juga adalah kamera pemantau dan alat penyadap dari Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) karena sejak beberapa tahun terakhir ini KPK sangat banyak menitipkan tahanan mereka di rutan ini. 

Sehingga sangat wajar kalau misalnya patut dapat diduga, KPK memasang sejumlah perangkat teknologi mereka di sana.

Lalu pihak ketiga yang paling SPEKTAKULER peralatannya di Rutan Mako Brimob adalah DETASEMEN KHUSUS 88 ANTI TEROR POLRI. 

Sebab sudah sejak beberapa tahun yang lalu, Rutan di Mako Brimob ini adalah tempat penahanan dari hasil-hasil tangkapan Tim Anti Teror Polri.

Dan barangkali karena “keluguan” Gayus itu jugalah, bisa jadi ia tidak tahu bahwa sebenarnya para petugas yang menjaga Rutan yang satu ini mayoritas berasal dari DETASEMEN KHUSUS 88 ANTI TEROR POLRI ( Densus ).

Mungkin, Gayus perlu di ingatkan ketika KPK menghadirkan rekaman penyadapan antara Artalyta Suryani yang ditahan di Rutan Bareskrim Polri dengan mantan jaksa Urip Tri Gunawan yang ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

(Urip Tri Gunawan hanya sebentar di tahan di Polda Metro Jaya, selanjutnya ia jauh lebih lama di tahan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok).

Sehingga, jangan heran kalau percakapan antar kedua terdakwa kasus korupsi yang masing-masing berada dalam tahanan pun, tetap tersadap dengan “baik” berkat kecanggihan teknologi.



Foto : Salah satu jenis " GSM INTERCEPTOR" ( Alat Penyadap GSM )


Kalau KPK, mereka pasti hanya akan menyadap pada orang-orang yang memang patut dapat diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus-kasus yang memang sedang mereka tangani.
Penyadapan memang diizinkan dalam UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. 

Pasal 12 ayat 1 huruf a UU itu menyebutkan, dalam melaksanakan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan, KPK berwenang melakukan penyadapan dan merekam pembicaraan.

Tapi bagaimana dengan Tim Anti Teror Polri ?

Sistem penyadapan dalam urusan pemberantasan terorisme, melebar bagaikan gurita yang memang sangat jauh menjangkau siapapun yang secara logika tak ada kaitannya dengan aksi terorisme itu sendiri.

Sumber KATAKAMI.COM dari kalangan perwira tinggi di Mabes Polri pernah memberitahukan bahwa untuk mengungkapkan kasus peledakan bom di Hotel JW Marriot tahun 2003 saja, ada sekitar 2 juta nomor telepon yang tersadap oleh Tim Anti Teror Polri untuk memantau para tersangka pelaku kasus peledakan bom ini.

Masih menurut sumber KATAKAMI.COM dari kalangan perwira  tinggi di Mabes Polri, gembong teroris Noordin M. Top sudah sangat mengetahui bagaimana kecanggihan perangkat penyadapan yang digunakan oleh Tim Anti Teror Polri ini.

Sehingga, Noordin M. Top harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang berbeda-beda setiap kali ia hendak melakukan pembicaraan telepon, mengirim sms, menerima atau membaca sms dan ( atau ) melakukan kegiatan lainnya.

Maksudnya, lokasi tempat Noordin menerima panggilan telepon tidak akan sama dengan lokasi tempat dimana Noordin akan mengirim atau membaca sms.

Jadi kalau berbicara soal sistem penyadapan di lingkungan Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, patut dapat diduga siapapun yang ada disana harus mengetahui bahwa tidak akan ada satupun dari mereka yang bisa lepas dari aksi penyadapan yang dilakukan secara rahasia.

Undang Undang memang mengizinkan dan membenarkan upaya penyadapan dalam kasus-kasus korupsi, terorisme dan kriminalitas.

Tetapi mengutip pernyataan Mantan Kabareskrim Komjen. Polisi Susno Duadji ( saat heboh kasus Cicak – Buaya tahun 2009 ), aksi penyadapan bisa dilakukan secara diam-diam.



Foto : Blok B Rutan di Mako Brimon, di Blok B inilah tahanan kasus korupsi titipan KPK ditahan, termasuk para tersangka kasus-kasus terorisme. Gayus Halomoan Tambunan juga di tahan di Blok B ini.


Yang ingin dikritik disini adalah masih rendahnya tingkat kesejahteraan dari para anggota TNI / POLRI / KEJAKSAAN ( khususnya anggota kepolisian karena tulisan ini terfokus pada perilaku para anggota kepolisian terkait kasus Gayus Tambunan).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus membuka mata hati dan kedua matanya tentang realita kehidupan dari para aparat yang tingkat kesejahteraan hidupnya memang masih sangat minim.

Kebijakan tentang RENUMERASI hanya diperuntukkan bagi para anggota ( TNI / POLRI / KEJAKSAAN ) yang memang mendapat kesempatan menangani kasus-kasus atau tugas-tugas tertentu.
Kesempatan untuk mendapatkan rezeki lewat kebijakan RENUMERASI ini sangat tidak merata.

Dan walaupun disebut sangat tidak merata, realisasi dari RENUMERASI ini sendiripun sangat lamban dan seakan-akan tetap jauh di awang-awang.

Kami sangat concern tentang perlunya pemerintah memperhatikan dan mulai mementingkan pembahasan tentang keseriusan meningkatkan kesejahteraan anggota TNI, POLRI dan KEJAKSAAN.

Bagi kalangan luas, barangkali tidak merasakan bagaimana pahit getirnya hidup sebagai aparat TNI, POLRI atau Kejaksaan dengan tingkat kesejahteraan yang sangat minim.

Dengan dalih bahwa kemampuan negara masih sangat terbatas, negara seakan memaksa para abdi negara ini untuk NRIMO atas nasib mereka yang sangat mengenaskan.

Tingginya harga-harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, biaya sekolah anak, ongkos berobat, anggaran hiburan untuk keluarga ( khususnya anak-anak), semuanya ini tidak mengenal istilah NRIMO dan KOMPROMI terhadap keterbatasan negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Terutama para abdi negara yang mengorbankan jiwa raganya untuk kepentingan bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Gaji para anggota TNI, POLRI dan KEJAKSAAN ini di tingkat bawah ( take home pay ) hanya sekitar Rp. 1 sampai 2 juta.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga tidak perlu “kebakaran jenggot” alias marah besar tentang keluar masuknya Gayus Tambunan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua.

Barangkali karena segan, takut dan tetap menjunjung tinggi prinsip EWUH PAKEWUH maka fakta tentang bagaimana perilaku besan presiden (Aulia Pohan) saat masih ditahan di Rutan Mako Brimob ini tidak dibocorkan.



Foto: Jenderal Timur Pradopo diambil sumpahnya di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi Kapolri yang baru di Istana Merdeka ( 22/10/2010)


Kini, semua dikembalikan kepada Kapolri yang baru Jenderal Timur Pradopo.


Beliau harus mampu secara tegas melakukan pembenahan di dalam internal Mabes Polri.

Tidak berarti karena gaji anggota kepolisian sangat amat rendah maka masalah moralitas dan integritas dikorbankan demi lembaran-lembaran uang.

Pengabdian memang tidak mengenal batas ruang dan waktu.

Pengabdian para anggota kepolisian memang patut diacungi jempol tetapi jagalah moralitas dan integritas.

Kapolri harus memerintahkan Wakapolri Komjen. Jusuf Manggabarani untuk “mengikuti” secara dekat proses pembenahan internal secara radikal.

Ada apa dengan Densus 88 Anti Teror Polri yang tidak melaporkan hasil penyadapan mereka secara informal kepada pimpinan tertinggi jika dari kecanggihan teknologi sudah dideteksi bahwa tahanan kelas kakap bisa 68 kali keluar masuk dari Rutan Mako Brimob yang dianggap layak menjadi penjara bagi para tersangka TERORIS.

Berdasarkan RESTRUKTURISASI maka posisi Densus 88 Anti Teror berada lansgung di bawah Kapolri.

Maka Densus 88 Anti teror, WAJIB HUKUMNYA tunduk, patuh, loyal dan sepenuhnya memberikan laporan yang transparan tentang apapun juga yang diketahui oleh Densus 88 Anti Teror Polri.
Hormati pimpinan tertinggi yang kini sudah berganti di dalam INSTITUSI POLRI.

Dan jangan ada siapapun juga didalam internal Polri ( termasuk barangkali perwira tinggi Polri yang bertugas di luar institusi Polri tetapi masih bisa mengakses teknologi Tim Anti Teror Polri), yang berkeinginan mempermalukan Jenderal Timur Pradopo.

Begitu juga dengan Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung DARMONO.

Kejaksaan Agung juga harus melakukan introspeksi diri sebab kaburnya Gayus dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ke Bandara untuk terbang ke Bali adalah saat berada dalam pengawasan Tim JAKSA PENUNTUT UMUM (JPU).

Secara fisik, proses persidangan yang dijalani Gayus yaitu urusan antar jemput para terdakwa dari lokasi rutan ke pengadilan ( PP ) ada di tangan para JAKSA.

Mengapa “baik hati” sekali kalangan JAKSA yang ada di ring satu Gayus Halomoan Tambunan dalam tragedi “WESTIN” ini ?

Peran JAKSA kurang disorot media karena semua sedang fokus menghantam POLRI secara institusi.
Padahal bobot kesalahan yang paling besar dalam urusan tragedi “WESTIN” ini ada di tangan JAKSA, bukan POLISI.

Walaupun misalnya polisi mengizinkan tetapi kalau JAKSA yang ada di ring satu GAYUS saat dalam perjalanan pulang dari Pengadilan (yang harusnya langsung kembali ke Rutan Mako Brimob), mengapa justru Tuan Muda Gayus diantar dan dibiarkan melenggang kangkung ke tempat manapun yang mau dia datangi.

Hei JAKSA, bobot kesalahan terbesar dan terberat dalam kasus WESTIN ini ada di tangan kalian.



Foto : Slogan Ditjen Pajak, "APA KATA DUNIA, HARE GENE TAK BAYAR PAJAK ?" tetapi ternyata pegawai Pajak sendiri menjadi terdakwa kasus mafia pajak yang paling kontroversial


Dan khusus untuk Gayus Halomoan Tambunan.

Mengikuti gaya bicara orang Medan, yang bisa dikatakan kepada terdakwa kasus mafia pajak ini adalah :
“BANYAK KALI CAKAP KAU, GAYUS !”

Kau tak perlu menyeret-nyeret nama para tahanan lain.

Berkacalah pada dirimu sendiri.

Jangan gunakan lagi kata atau istilah “SEMUA (TAHANAN)” bisa keluar masuk dari rutan dengan budaya setor-menyetor uang.

Mantan Kapolri Rusdiharjo dan Mantan Deputi Badan Intelijen Negara (BIN) Mayjen Muchdi Pr saja pernah ditahan di Mako Brimob, Kepala Dua.

KATAKAMI.COM berulang kali masuk ke dalam Rutan Mako Brimob selama berbulan-bulan pada periode tahun 2008 untuk melakukan investigasi dalam kasus suap mantan jaksa Urip Tri Gunawan.
Kami tahu persis bahwa Mantan Kapolri Rusdiharjo dan Mayjen. Muchdi Pr tertib untuk tetap berada didalam tahanan.

Keduanya bahkan selalu rutin melaksanakan ibadah sholat jumat bersama di Mesjid yang ada di Mako Brimob ( dengan dikawal oleh petugas bersenjata ).

Memang masing-masing tahanan akan merasa stres bila dikurung dalam penjara.

Itu sebabnya, pernah pada suatu ketika ( di tahun 2008 ) ada seorang tahanan KPK yang sedang ditahan di Rutan Mako Brimob keluar di siang bolong untuk lari di lapangan dengan menggunakan busana olahraga lengkap dan sepatu olahraga.

Yang dimaksud oleh Gayus Halomoan Tambunan bahwa Komjen. Susno Duadji dan Kombes Wiliardi Wizard juga “keluar masuk” tahanan, jangan juga disalah-artikan.

Yang namanya atasan, komandan atau senior, di institusi manapun pasti akan sangat murah hati pada anggota atau bawahan mereka.

Sepanjang yang kami ketahui, patut dapat diduga Komjen Susno Duadji dan Kombes Wiliardi Wizard “dibiarkan” pulang ke rumah pribadi mereka adalah untuk penyaluran kebutuhan biologis terkait “keharmonisan keluarga”.

Dengan situasi dan kondisi dimana masing-masing ruangan / sel yang telah terpasang dengan kamera pemantau serta alat penyadap, apakah tega para petugas penjaga di Rutan itu membiarkan para “komandan” haus kasih sayang isteri mereka ?

Dan apakah mereka tega membiarkan para “komandan” bermesraan pada pasangan mereka terpantau dan terekam di kamera dari sekian banyak elemen yang berkepentingan untuk memasang peralatan teknologi pemantau mereka disana ?

Jadi sekali lagi, yang paling tepat untuk disampaikan kepada mantan pegawai Ditjen. Pajak yang sangat kontroversial ini adalah :

“BANYAK KALI CAKAP KAU, GAYUS !”

Kau tak perlu terus menerus memojokkan institusi POLRI dan KEJAKSAAN.

Jangan karena kau merasa memiliki banyak uang maka kau bisa membeli (untuk merusak) moralitas dan integritas dari aparat penegak hukum di negeri ini.

Atau jangan-jangan, Gayus Halomoan Tambunan ini paling cocok kalau ditahan di LP Batu, Nusa Kambangan ( tempat dulu terpidana kasus terorisme AMROZI CS ditahan).

Pertimbangkanlah mengirim Gayus ke Nusa Kambangan sana.

Daripada terus menerus bikin onar yang sangat murahan dan kotor !


(MS)

Tuesday, November 9, 2010

Terimakasih TNI Polri Yang Ada Bersama Rakyat Saat Indonesia Penuh Bencana


Anggota pasukan khusus KOPASSUS menggunakan masker unuk melakukan pencarian dan evakuasi korban tewas di daerah Pejambon, Sleman, DI Yogyakarta (8 November 2010). Photo : BAY ISMOYO/AFP/Getty Images

Photostream : Indonesian Elite Forces (Kopassus) and rescue team evacuated the victims of Mount Merapi eruption http://wp.me/pYE9h-37D

PHOTOSTREAM : Indonesian Elite Forces, We Love You Full Soldier !

Baret Merah Tak Pernah Mati, KOMANDO !!!


Jakarta 09/11/2010 (KATAKAMI) --- Hanya beberapa jam sebelum Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendarat di Jakarta, sebuah pesan singkat yang sangat "tajam" di jejaring sosial Twitter datang dari Ketua Komisi I DPR-RI Mahfudz Siddiq dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera :

Jika Obama msh persoalkan Kopassus, silakan berkunjung ke Merapi.  Oke?

Sesungguhnya bisa diartikan, pesan sederhana ini adalah sebuah kritikan tentang "nyinyirnya" sejumlah pihak Amerika jika sudah berbicara tentang militer Indonesia.

Seolah-olah, militer Indonesia itu adalah sesuatu yang pantas untuk selalu direcoki karena begitu layak direndahkan.

Lepas dari segala kelebihan atau kekurangan Tentara Nasional Indonesia (TNI), rakyat Indonesia seakan tak rela kalau TNI dinistakan, direndahkan derajatnya dan disama-ratakan dengan kasta terendah dalam kehidupan ini.

Arogansi dari pihak manapun yang secara sengaja merecoki, merendahkan dan menistakan TNI ke titik terendah, perlu membuka mata dan telinga mereka tentang bagaimana pengabdian dan kerja keras TNI dalam melakukan misi-misi kemanusiaan disaat Indonesia sedang berduka yaitu tertimpa bencana demi bencana seperti yang terjadi belakangan ini.

Tak cuma TNI, POLRI juga ikut merapatkan barisan dalam memberikan pertolongan mereka kepada korban di berbagai lokasi bencana.


TB. HASANUDDIN, SE, MM, Wakil Ketua Komisi I DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan

Lewat wawancara dengan KATAKAMI.COM, Selasa (09/11/2010) di Jakarta, TB Hassanudin Anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan secara tegas mengkritik kecenderungan Amerika untuk terus menerus meributkan masalah-masalah pelanggaran HAM yang dikaitkan dengan TNI.

"Kita harus sampaikan pada Obama bahwa Indonesia bukan bagian dari Amerika. Ingat itu ! Dan Amerika juga bukan bagian dari Indonesia. Amerika perlu belajarlah untuk bergaul secara lebih baik dengan banyak negara di dunia ini" kata TB Hassanudin.

Lebih jauh, TB Hassanudin mengatakan bahwa Obama dan Amerika secara keseluruhan perlu mengingat satu hal yang sangat penting bahwa Indonesia tidak pernah latah atau lancang merecoki "keberadaan" Amerika di Afghanistan dan Irak.

"Kita tidak pernah mempermasalahkan keberadaan Amerika di Afghanistan dan Irak kan. Jadi kenapa Amerika ribut sendiri soal Indonesia ? Bahwa Indonesia memang memiliki sesuatu yang harus diperbaiki, ya oke ... kami akan memperbaiki dan pasti mampu mengatasinya. Kenapa sibuk sekali bicara miring soal militer Indonesia ?" lanjut TB Hassanudin.

TB Hassanudin yang juga merupakan mantan Sekretaris Militer di era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri ini memberikan penghargaan kepada TNI / POLRI yang terus bahu-membahu membantu rakyat yang sedang tertimpa kesusahan di berbagai lokasi bencana.

"Saya bicara tentang TNI ya. Sejak TNI dilahirkan, memang dikondisikan untuk selalu berada di tengah-tengah rakyat. Bahwa ada pasang surut dalam perjalanan TNI ... misalnya dikaitkan dengan pelanggaran HAM atau masuk dalam dunia perpolitikan, itu sisi lain. Tetapi dalam menangani bencana apapun, TNI adalah yang paling solid. Sebab man power yang ada dalam TNI itu stand by 24 jam dalam sehari" ungkap TB Hassanudin.

TB Hassanudin menambahkan bahwa pemerintah memang bisa memanfaatkan kemampuan atau skill yang dimiliki TNI dalam menangani bencana.

"Bila terjadi bencana nasional di negara manapun yang ada didunia ini maka orang pertama yang dikirimkan untuk memberikan bantuan adalah militer. Khusus untuk TNI, mereka bisa ditugaskan untuk ikut menangani dampak bencana. Tetapi sebaiknya penanggung-jawab diserahkan kepada badan lain. Sebab tugas pokoknya berbeda. TNI ditugaskan untuk bertempur" kata TB Hassanudin.

Jenderal TNI (Purnawirawan) Ryamizard Ryacudu, Mantan KSAD

Dukungan terhadap TNI juga datang dari Jenderal TNI (Purnawirawan) Ryamizard Ryacudu selaku mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

"Yang paling suka menjelek-jelekkan kita dari pihak Amerika ini kan hanya segelintir saja. Ribut saja soal HAM. Dan kalau saya ditanya soal Obama, dia ini kan anak muda. Saya cuma bicara singkat sajalah. Pemerintah Amerika tidak usah mengkritik TNI. Sebab setahu saya, Obama itu sama Jenderal bintang empat di negaranya saja tidak cocok. Siapa itu namanya ? Jenderal Stanley McChrystal kan. Dia ini komandan tertinggi dalam perang di Afghanistan. Militer Amerika ini, khusus Jenderal-Jenderal mereka adalah para perwira tinggi yang bagus-bagus dan  profesional. Jadi kalau ada perwira tinggi bintang 4 mengecam kepala negaranya maka artinya ada yang salah dari si kepala negara itu. Sebab Komandan Tertinggi adalah orang yang paling mengetahui situasi di lapangan. Jadi tidak perlu mengkritik militer negara lain. Introspeksi diri sendiri dululah" kata Jenderal Ryamizard Ryacudu kepada KATAKAMI.COM dalam sebuah kesempatan.

Ryamizard Ryacudu percaya bahwa TNI akan selalu ada bersama rakyat Indonesia dalam keadaan apapun juga.


Yorrys Raweyai, Anggota Komisi I DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar

Sementara itu, Yorrys Raweyai Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Golkar juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras TNI ( dan POLRI ) dalam menangani berbagai bencana di Indonesia.

"Begini ya, dari semua bencana apapun yang terjadi di Indonesia, sudah pasti yang tercepat untuk memberikan pertolongan di lokasi bencana itu adalah TNI  dan POLRI. Khususnya TNI ya. Dan dimana-mana selalu begitu. Di negara manapun, militer pasti pihak pertama yang dikerahkan untuk memberikan pertolongan pertama dalam bencana dalam skala apapun" kata Yorrys Raweyai.

Menurutnya, TNI memang yang paling siap dan sigap dalam menangani bencana.

"Coba kita lihat, badan atau instansi mana di Indonesia ini yang memiliki kemampuan yang paling lengkap untuk menangani bencana ? Cuma TNI yang bisa melakukan itu. Tentu Polri juga berperan dalam menangani bencana. jadi kita harus menghargai mereka. Itu sebabnya, kami di Komisi I sedang mengusahakan agar didalam Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), unsur TNI dimasukkan didalamnya" ungkap Yorrys Raweyai.


Anggota TNI (KOPASSUS) dan POLRI melakukan proses evakuasi terhadap korban tewas di Desa Argomulyo, DI Yogyakarta ( 5 November 2010). Photo : AP Photo/Gembong Nusantara)
Jadi, seperti kata pepatah, "Anjing menggonggong, khalilah berlalu".

Biarkan pihak lain berbicara buruk tentang Indonesia ( khususnya TNI ). Sebab yang paling mengetahui sisi baik dan buruk dari negara kita adalah kita sendiri.

Jika memang ada sesuatu yang salah maka kesalahan itu harus diperbaiki sesuai aturan dan ketentuan Undang Undang yang berlalu.

Saat ini Indonesia sedang berduka.

Langit di atas Indonesia memang sangat amat mendung dan seakan gelap gulita.

Di Wasior (Papua), di Mentawai (Sumatera Barat) dan khususnya di Gunung Merapi ( DI Yogyakarta), terjadi bencana alam yang sangat beruntun.

Korban tewas begitu banyak di 3 lokasi bencana alam ini.

Bersama tim relawan, TNI / POLRI masih sangat dibutuhkan untuk memberikan pertolongan yang maksimal di lokasi-lokasi bencana.

Duka Indonesia adalah duka yang sangat dirasakan juga oleh TNI / POLRI.

Sehingga merekalah yang sangat dibutuhkan dan paling bisa diandalkan untuk memberikan pertolongan seluas-luasnya kepada para korban ( terutama dalam masa tanggap darurat seperti saat ini ).




Terimakasih TNI / POLRI.

Berbuatlah lebih tulus dan lebih banyak lagi dalam perjalanan pengabdian kalian bagi bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Sebab pengabdian tidak mengenal batas ruang dan waktu.

Kami, rakyat Indonesia, mencintai kalian dengan cinta yang begitu kuat berselimutkan rasa nasionalisme yang sangat amat tinggi.

Dan menutup tulisan ini, ingin rasanya sekali lagi menyampaikan pujian untuk TNI dan POLRI.
Ode adalah syair (kehidupan) yang berisi pujian secara tulus.

Ode untuk TNI / POLRI adalah untaian pujian yang sangat tulus atas kerja keras dan pengorbanan TNI / POLRI di lokasi-lokasi bencana yang terjadi di wilayah Indonesia.

Ketika lagu berjudul Ibu Pertiwi dikumandangkan di saat Indonesia berduka, bersama TNI / POLRI duka demi duka, bencana demi bencana, terlalui dengan penuh rasa kebersamaan yang sangat kuat antar anak bangsa Indonesia.

Sekali lagi, terimakasih TNI / POLRI.

Janganlah berhenti mengabdikan diri dan terus melakukan yang terbaik bagi kebaikan bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

YOUTUBE : IBU PERTIWI ( SLANK)

Kulihat ibu pertiwi
Sedang bersusah hati
Air matamu berlinang
Mas intanmu terkenang
Hutan gunung sawah lautan
Simpanan kekayaan
Kini ibu sedang susah
Merintih dan berdoa

Kulihat ibu pertiwi
Kami datang berbakti
Lihatlah putra-putrimu
Menggembirakan ibu
Ibu kami tetap cinta
Putramu yang setia
Mmenjaga harta pusaka
Untuk nusa dan bangsa

(*)

Friday, October 22, 2010

Photostream : Swearing-in Ceremony of the new Indonesian Police Chief, Timur Pradopo


An official holds the holy Koran over Indonesia's incoming National Police Chief three-star General Timur Pradopo (R) during the swearing-in ceremony by President Susilo Bambang Yudhoyono at the presidential palace in Jakarta on October 22, 2010.  (GETTY IMAGES / AFP PHOTO / ADEK BERRY )

Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono (2L) poses with Vice President Boediono (2R), incoming Police Chief three-star General Timur Pradopo (R) and outgoing Police Chief Bambang Hendarso Danuri (1L) during the swearing-in at the presidential palace in Jakarta on October 22, 2010.  (Photo : ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Indonesia's incoming National Police Chief three-star General Timur Pradopo (L) poses next to outcoming police chief Bambang Hendarso Danuri (R) after the swearing-in ceremony by President Susilo Bambang Yudhoyono at the presidential palace in Jakarta on October 22, 2010.  (Photo : ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Incoming Police Chief three-star General Timur Pradopo (L) is congratulated by colleagues during the swearing-in at the presidential palace in Jakarta on October 22, 2010. (Photo : ADEK BERRY/AFP/Getty Images)

Friday, October 15, 2010

Indonesian Police Chief thanks House for endorsing Timur Pradopo

http://katakaminewsindonesia.files.wordpress.com/2010/10/timur-bhd.jpg
Comr.Gen.Timur Pradopo (left) an General Bambang Hendarso Danuri (right)



October 15, 2010 ( KATAKAMI / THE JAKARTA POST) --- The National Police chief Gen. Bambang Hendarso Danuari on Friday lauded that the House of Representatives’ legal commission for declaring Comr. Gen. Timur Pradopo eligible to replace his post.

Bambang praised the House’s Commission III on legal and human rights’ positive stance during Timur’s fit-and-proper test on Thursday.

“Thanks God, the test went well and I really appreciate the Commission members for accepting (Timur’s nomination),” Bambang said Friday morning during his work visit to Manokmari, West Papua, as quoted by Kompas.com.

Bambang said that he welcomed criticism raised by some legislators, saying it was a good input for the betterment of the police institution. He also hoped Timur could perform well in carrying his upcoming tasks.

During the interview, the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P) Faction and the National Mandate Party (PAN) demanded the police to stay independent and professional, respect diversity, fight against violence act and settle troubled Bank Century case immediately.

President Susilo Bambang Yudhoyono nominated Timur as the sole candidate at the last minute, refusing to select two candidates – general monitoring inspector Comr. Gen. Nanan Sukarna and training and education institutions chief Comr. Gen. Imam Sujarwo – proposed by Bambang.

Bambang will retire from his post by end of this month.

Wednesday, October 13, 2010

Kapolri Jenderal BHD : Dulu Saya Tidak Sangka Dapat Amanah Jadi Kapolri



Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri
WAWANCARA EKSKLUSIF

Jakarta 13/10/2010 (KATAKAMI) --- Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) yang merupakan Kapolri ke-19 akan segera memasuki masa purna bhaktinya ( pensiun ) per tanggal 1 November 2010 mendatang.

Tepat di hari ulangtahunnya yang ke-58 pada hari Minggu (10/10/2010) lalu di kediaman dinasnya di Jalan Pattimura Jakarta Selatan, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri memberikan kesempatan khusus kepada KATAKAMI.COM untuk melakukan WAWANCARA EKSKLUSIF.

Ini sebuah kesempatan emas sebab kami memang meminta dan menunggu selama berbulan-bulan.
BHD adalah anak ke-4 dari 8 bersaudara dari pasangan Mayor CPM Haji R. Danuri dan  Mariam ( yang sebelumnya bekerja sebagai seorang bidan di bagian kesehatan lingkungan korps CPM ).

BHD dilahirkan di Bogor tanggal 10 Oktober 1952. Ia lulusan Akabri bidang Kepolisian tahun 1974.

Selama 2 tahun, ia telah bertugas sebagai Kapolri.

Dan ini WAWANCARA EKSKLUSIF kami dengan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri :


Katakami (K): Apa kesan yang dirasakan dan dihadapi selama bertugas selama 2 tahun ini sebagai Kapolri ?

Bambang Hendarso Danuri (BHD) : Begini ya ... dalam perjalanan ini memang saya rasakan dinamikanya sangat tinggi. Dari mulai awal menghadapi persiapan sampai akhir penyelenggaraan Pemilu. Banyak tantangan yang saya hadapi, baik dari eksternal maupun internal. Namun ada pelajaran dan hikmah yang bisa diambil dari semua itu. Kita telah berusaha dengan konsep bagaimana kita melakukan percepatan di tubuh Kepolisian. Dengan berbagai tahapan, reformasi dan program-program ke dalam untuk pembenahan. Akhirnya Polri memang merasakan dalam 2 tahun terakhir ini bahwa harapan masyarakat sangat tinggi kepada Polri agar berubah. Ini betul-betul saya rasakan selama bertugas selama Kapolri. Polri harus berubah. Tapi jangan bilang bahwa Polri tidak pernah berubah. Polri sudah berubah.

(K) Apa hasil evaluasi dari internal Polri tentang dimana letak kelemahan Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar harapan yang tinggi itu bisa terpenuhi ?

(BHD) : Pelayanan yang masih sangat rendah dan memberatkan adalah Reserse. Itu makanya saya lakukan program "Ayo Keroyok Reserse".

( Keterangan : Untuk membenahi reserse, pada bulan April lalu Polri bakal menggelar pembinaan terhadap 5.000 penyidik polisi di seluruh Indonesia. Pembinaan termasuk upgrading kompetensi, pakta integritas, dan pendidikan lanjutan. Program ini juga dikaitkan dengan pengawasan organisasi yang semakin ketat terhadap perilaku penyidik. Redaksi ).

(K) : Kalau Polri menyadari sepenuhnya bahwa masyarakat ingin agar Polri berubah atau mereformasi dirinya, apakah harapan masyarakat itu sudah terpenuhi ?

(BHD) :  Dengan komitmen dan konsistensi pengganti saya, saya yakin Polri berubah. Tapi sekali lagi saya mohon, jangan bilang Polri belum berubah dan cuma jalan di tempat. Polri yakin sudah ada perubahan.

(K) : Apa yang harus dilakukan oleh Kapolri yang baru nanti ?

(BHD) : Yang paling penting dilakukan adalah harus terus mencari terobosan. Saya sudah melakukan beberapa terobosan, diantaranya ya propram "Ayo Keroyok Reserse" tadi.  Kemudian program Quick Wins.

( Keterangan : Quick Wins adalah salah satu program unggulan POLRI dalam masa kepemimpinan Kapolri Bambang Hendarso Danuri dalam rangka meraih keberhasilan. Agar tercapai tuntutan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan Polri baik selaku pemelihara kamtibmas, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta penegakkan hokum. Polri telah mereformasi diri dan mempercepat proses birokrasi, salah satunya adalah melalui program dalam rangka meraih keberhasilan segera. Yang tercakup dalam Quick Wins adalah Quick Respon Patroli Samapta, Transparansi Penerbitan SIM, STNK DAN BPKB,  Transparansi Penyidikan Melalui Pemberian SP2HP atau Surat Pemberitahuan Perkemabangan Hasil Penyidikan dan Transparansi Rekrutmen Anggota Kepolisian yaitu AKPOL, PPSS DAN BINTARA.  Redaksi )




Dari Kiri ke Kanan (barisan terdepan) : Menkopolhukkam Djoko Suyanto, Presiden SBY, Kapolri BHD, Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani (duduk) & Irwasum Komjen Nanan Soekarna, disaksikan sejumlah perwira tinggi Polri


(K) : Semua program yang selama ini sudah dan sedang dilaksanakan, harus dilanjutkan oleh Kapolri yang baru ya ?

(BHD) :  Untuk perubahan culture ... kita berharap mudah-mudahan Pak Kapolri baru punya konsep dan terobosan untuk melakukan perubahan berikutnya di Kepolisian.

(K) : Menjelang peralihan kepemimpinan ini, apakah Polri tetap solid atau ada semacam resistensi terhadap calon Kapolri baru yaitu Komjen Timur Pradopo ?

(BHD) : Alhamdulilah, tidak ada samasekali resistensi terhadap beliau. Saya sudah tanamkan kepada anak-anak di lapangan, kepada para perwira tinggi, para Kombes dan AKBP, begitu juga purnawirawan. Saya sudah bicara kepada mereka. Mabes Polri sudah menyiapkan perwira tinggi terbaik. Dan kemudian ada proses yang menyerahkan segala sesuatunya kepada hak prerogratif Presiden yang dipayungi UU Nomor 2 Tahun 2002.

( Keterangan : Pasal 11 ayat 1 UU Nomor 2 Tahun 2002 berbunyi, "Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat". Ayat 2, "Usul pengangkatan dan pemberhentian Kapolri diajukan oleh Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat disertai dengan alasannya".  Ayat 6, "Usul pengangkatan dan pemberhentian Kapolri diajukan oleh Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat disertai dengan alasannya". Redaksi ).


Komjen Timur Pradopo ( kiri ) & Kapolri Bambang Hendarso Danuri

(K) : Artinya, pencalonan Komjen Timur Pradopo ini tidak bermasalah ya ?

(BHD ) :  Sesuai dengan UU kan, Kapolri dipilih oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Dan kalau dari kacamata Presiden, hal-hal dari eksternal dan internal memang sangat mempengaruhi maka Presiden bisa meminta nama baru. Dan nama baru itu memang sudah dipersiapkan oleh kami di Mabes Polri. Jadi tidak ada resistensi atau gejolak di dalam Polri. Kan Polri juga memiliki sistem. Dari nama-nama yang kami proses, pasti ada yang disiapkan menjadi calon Kapolri. Dan kalau ternyata dari hasil penilaian Tim Kepresidenan,  dibutuhkan nama baru diluar dari nama-nama yang kami ajukan maka kami akan mengajukan nama baru yang dianggap memenuhi persyaratan.

(K) : Jadi penilaian terhadap figur Komjen Timur Pradopo memang dilakukan oleh beberapa pihak ?

(BHD ) :  Ya betul. Penilaian bahwa calon Kapolri itu memenuhi persyaratan atau tidak, datang dari Mabes Polri, Komisi Kepolisian Nasional ( Kompolnas) yang dipimpin Pak Djoko Suyanto, lalu Badan Intelijen Negara (BIN) dan Tim Kepresidenan. Ini yang memberikan penilaian secara keseluruhan. Dan yang terpenting, ini semua kan amanah dari Allah Swt. Kita sebagai manusia, tidak akan ada yang bisa mengetahui rahasia Allah. Saya pribadipun, dulu tidak pernah mengetahui atau menyangka akan menjadi Kapolri. Kalau tahun 2008 lalu, amanah dari Allah diberikan kepada saya untuk menjadi Kapolri. Maka sekarang yang akan mendapatkn amanah itu adalah Pak Timur Pradopo. Jadi menurut saya, sah-sah saja kalau Pak Timur yang diajukan oleh Bapak Presiden ke DPR..

(K) :  Apakah dalam rangka mengamankan pencalonan pak Timur Pradopo ini maka pada hari Jumat pekan lalu (8/10/2010), seluruh Kapolda dikumpulkan di Polda Metro Jaya untuk mendapatkan pengarahan dari Pak Kapolri ?

(BHD) : Mengenai pertemuan dengan seluruh Kapolda itu, pertama-tama untuk menghadapi perkembangan dinamika ke depan. Saya perlu menjelaskan dari aspek politis dan keamanan. Perlu tindakan yang cepat dari aparat kepolisian. Jadi jangan dianggap, Polri tidak memiliki sense of crisis. Dinamika di lapangan memang begitu cepat. Ada kasus Tarakan, kasus pembakaran, perkelahian antar kelompok, antar masyarakat. Ini memerlukan ketanggap-segeraan dari semua komponen. Tidak hanya dari kepolisian saja tetapi dari semua pihak. Dari Pemerintah Daerah sampai ke semua komponen yang ada. Sehingga embrio bahwa akan ada terjadi sesuatu di sekitar kita, bisa segera dimonitor dan dicegah oleh semua pihak. Sehingga embrio tindakan kekerasan itu tidak menjadi kerusuhan dalam skala yang begitu besar dan menimbulkan korban yang tidak diinginkan.

(K) : Jadi seluruh Kapolda dikumpulkan untuk mendapat pengarahan mengantisipasi kerusuhan-kerusuhan berskala besar di daerah ?

(BHD) : Ya betul itu tujuannya. Sehingga dapat dihindari kegamangan bahwa seolah-olah Polri tidak bisa melakukan apapun terhadap orang-orang membawa senjata api dan senjata tajam. Itu sebabnya Polri mengeluarkan Protap baru yaitu Protap 1 Tahun 2010 Tentang Penanganan Tindak Anarkis yang tujuannya untuk penanggulangan tindakan  anarkisme. Protap baru ini tidak perlu menunggu eskalasi. Protal yang lalu harus menunggu eskalasi dan izin sesuai UU Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum Dengan Rahmat  Tuhan Yang Maha Esa.

(K) : Jadi maksudnya, Protap baru ini dikeluarkan oleh Polri untuk adanya kepastian hukum ?

Begini ... dengan adanya Protap baru ini, Polri bisa bertindak tegas jika ada kelompok maupun perorangan yang membawa senjata tajam untuk melakukan tindakan kekerasan. Protap baru ini sudah mengatur tahapan-tahapan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Jadi kami harap, tidak akan ada lagi warga yang membuat orang takut, cemas, keamanan orang lain terganggu, bahkan nyawa orang lain sekalipun karena tindakan brutal. Sekarang kan harus ada kepastian hukum yang menjamin bahwa Polri punya satu protap yang terukur, bisa dijadikan pedoman para kapolda malam ini, direktur intelijen, reserse, kapolsek, kapolres dan jajaran Polri.
Dan satu lagi, sebelum protap ini kami sahkan dan dikeluarkan, kami sudah melakukan berbagai pertimbangan dan mendapatkan juga masukan-masukan dari masyarakat dan pihak terkait lainnya. Protap ini sudah dibahas bersama dengan Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia), Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional).


Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri



(K) :  Di akhir masa kepemimpinan sebagai Kapolri, apa pesan yang ingin disampaikan kepada masyrakat di Indonesia ?

(BHD) :  Selama ini, kita sudah melihat ada kejadian perkelahian antar kampung, antar kelompok, ada tindakan anarkisme, terorisme, jadi yang pertama saya berpesan agar masyarakat jangan mudah terprovokasi. Kedua, mari stick holder yang ada saling bersinergi untuk membangun wilayahnya, terutama masalah keamanan agar tetap kondusif. Jangan cepat melakukan tindakan kekerasan. Cari dulu akar permasalahan dari setiap permasalahan. Selesaikan dulu di tingkat bawah. Jadi setiap permasalahan, jangan lantas diselesaikan lewat tindakan-tindakan kekerasan. Sebab nanti orang tidak mau melakukan investasi di Indonesia kalau tidak ada jaminan keamanan.

(K) : Baik, terimakasih Pak Kapolri untuk wawancara eksklusif ini.


(MS)

Monday, October 11, 2010

Kado Ciuman Mesra & Setangkai Mawar Putih Dari Isteri Untuk Ulangtahun BHD

http://matanews.com/wp-content/uploads/bambang_hendarso-590x395.jpg






Jakarta 11/10/2010 (KATAKAMI) --- Secara EKSKLUSIF, selama seharian penuh KATAKAMI.COM berada di kediaman dinas Kapolri Jenderal BambangHendarso Danuri di hari Minggu ( 10/10/2010. 

Momen penting memang terjadi yaitu Kapolri BHD berulangtahun yang ke 58.

Sengaja tulisan ini dimuat sehari setelah acara demi acara di kediaman dinas Kapolri itu berlangsung sebab kami ingin menghormati "privacy" dari Keluarga Besar Kapolri BHD.

Sang Isteri tercinta ( Nani Bambang Hendarso Danuri) mengawali hari spesial suaminya dengan sholat tahajud Minggu dinihari. 

Di tengah malam itulah ia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun pada suaminya disertai ciuman mesra. 

Dilanjutkan pada Minggu pagi, Ibu Nani mengundang sejumlah ibu-ibu Bayangkari anggota pengajian dari Angkatan 1974 ( Angkatan kelulusan Jenderal BHD). 

Acara "Sholat Tasbih" ini menandai ulangtahun Jenderal BHD di penghujung tugasnya sebagai Tri Brata 1. 

Acara yang digelar sederhana sekali. 

Dan buah tangan yang diberikan kepada para tamu adalah mukena berwarna coklat muda. 

Siang harinya, kediaman dinas Kapolri mulai melakukan persiapan karena pada malam harinya akan digelar acara syukuran yang akan dihadiri oleh para pejabat utama dan Kapolda. 

Khusus untuk acara syukuran ini, "tuan rumah" adalah staf di Mabes Polri.


"Saya sudah ingatkan kepada Korspri (Koordinator Sekretaris Pribadi), saya tidak ikut-ikutan untuk acara makan malam. Silahkan buat dan saya akan menyiapkan makanan. Tetapi staf harus bisa meyakinkan Bapak (Kapolri) agar beliau mau "hadir" di acara ulangtahunnya. Bukan apa-apa, Bapak paling tidak mau kalau ulangtahunnya dipestakan. Bapak itu inginnya sederhana" kata Ibu Nani Bambang Hendarso Danuri kepada KATAKAMI.COM, Minggu (10/10/2010). 


http://katakamidotcom.files.wordpress.com/2010/09/kapolri-bhd-031.jpg?w=608&h=391
Foto : Kapolri BHD



Sambil menunggu acara syukuran makan malam di kediaman dinas Kapolri di Jalan Pattimura Jakarta Selatan, Kapolri BHD menerima KATAKAMI.COM di ruang kerjanya untuk sebuah wawancara eksklusif.

Wawancara eksklusif itu akan kami muat pada kesempatan berikutnya mengenai kesan dan pesan dari Kapolri BHD sepanjang ia menjabat sebagai Kapolri selama 2 tahun.


Dan pada malam harinya, acara syukuran ulang tahun Kapolri berlangsung sangat hikmat dan penuh rasa persaudaraan antar Keluarga Besar Polri. 

Acara ini dimeriahkan juga dengan penampilan trio Srimulat yaitu Tukul Arwana, Tarzan & Nunung. 

Yang cukup menarik, Kapolri BHD satu meja dengan Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani, Irwasum Komjen Nanan Soekarna, Komjen Imam Sudjarwo, Komjen Timur Pradopo dan Komjen Wahyono. 

Sejumlah Kapolda hadir dalam acara tersebut ( tapi tidak semua Kapolda dari seluruh Indonesia yang hadir, hanya beberapa saja yang hadir).
Kapolri memotong kue ulangtahunnya yang dihiasi dengan topi polisi dan lilin berbentuk angka 58. 

Ia memotong kue ulang tahun itu dan menyuapkan kue tersebut untuk pertama kali kepada sang isteri tercinta.


Acara yang cukup menarik adalah acara SPONTANITAS sebab dalam acara ini Kapolri menunjuk pejabat Polri untuk menyumbangkan suaranya. 

Pejabat pertama yang jadi "korban" adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman. 

Tetapi Kapolda Metro Jaya cukup panjang akalnya. Ia meminta seluruh Kapolri yang kebetulan hadir dalam acara Kapolri maju ke depan dan ikut bersama-sama dengan dirinya bernyanyi.

http://hminews.com/wp-content/uploads/na.jpg
Foto : Komjen Nanan Soekarna dan Komjen Imam Sudjarwo





Pejabat kedua yang jadi "korban" adalah Irwasum Polri Komjen Nanan Soekarna.
Seakan tidak mau kalah dengan paduan suara dari jajaran "Kapolda" maka Nanan meminta pada pejabat utama Mabes Polri untuk maju ke depan. 

Maka majulah sejumlah perwira tinggi Polri untuk menyumbangkan suara mereka yaitu antara lain Kabaintelkam Komjen Wahyono, Kalemdikpol Komjen Imam Sudjarwo, Kabareskrim Komjen Ito Sumardi dan sejumlah pejabat utama lainnya. Kelompok paduan suara pejabat utama Mabes Polri ini menyanyikan lagu AYAH :



Untuk Ayah Tercinta
aku Ingin Bernyanyi

Walau Air Mata Di Pipiku
Ayah Dengarkanlah
aku Ingin Berjumpa

Walau Hanya Dalam Mimpi
Lihatlah Hari Berganti
Namun Tiada Seindah Dahulu
Datanglah aku Ingin Bertemu
Untukmu aku Bernyanyi
Untuk Ayah Tercinta
aku Ingin Bernyanyi

Walau Air Mata Di Pipiku
Ayah Dengarkanlah
aku Ingin Berjumpa

Walau Hanya Dalam Mimpi



Foto : Komjen Timur Pradopo

 
Sementara itu, calon kapolri Komjen Timur Pradopo juga ditodong untuk bernyanyi. 

Tak disangka-sangka, ternyata Timur Pradopo bersuara emas. 

Calon pengganti BHD ini memiliki suara yang sangat merdu.
 
Timur yang juga merupakan mantan Kapolda Metro Jaya ini membawakan lagu FIRMAN IDOL yang berjudul : KEHILANGAN.

 
Ku coba ungkap tabir ini
Kisah antara kau dan aku
Terpisahkan oleh ruang dan waktu
Menyudutkanmu meninggalkanku


Ku merasa tlah kehilangan
Cintamu yang tlah lama hilang
Kau pergi jauh karena salahku
Yang tak pernah menganggap kamu ada


Asmara memisahkan kita
Mengingatkanku pada dirimu
Gelora mengingatkanku
Bahwa cintamu tlah merasuk jantungku


 
Reff:

Sejujurnya ku tak bisa
Hidup tanpa ada kamu aku gila
Seandainya kamu bisa
Mengulang kembali lagi cinta kita

Takkan ku sia-siakan kamu lagi
 


http://www.jakartapress.com/demo/gallery/images/602/Brimob-Bangga-Jadi-Anak-Buah-BHD.jpg

Foto : Slogan KAMI BANGGA JADI ANAK BUAH JENDERAL di Markas Brimon pada perayaan ulangtahun Brimob, November 2009



Lalu Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani.

Yang sangat menggelikan, saat Wakapolri Jusuf Manggabarani tampil ke depan untuk menyumbangkan suaranya, ia mengatakan bahwa dirinya tidak datang sendirian.

Jusuf Mangga yang merupakan Mantan Komandan Brimob, meminta agar para Mantan Komandan Brimob yang kebetulan hadir dalam acara ulang tahun itu maju ke depan. 

Maka Jusuf Mangga tampil bersama Kepala Lemdikpol Polri Komjen Imam Sudjarwo, Irjen SY Wenas. Mereka membawakan lagu PELANGI DI MATAMU :



(Reff) : Ingin ku maki
diriku sendiri
yang tak berkutik di depanmu

Ada yang lain di senyummu
yang membuat lidahku
gugup tak bergerak

Ada pelangi di bola matamu
seakan memaksa dan terus memaksa
ada pelangi

Ada yang lain di senyummu
yang membuat lidahku
gugup tak bergerak

Ada pelangi di bola matamu
dan memaksa diri tuk bilang
Aku sayang padamu
Aku sayang padamu


http://blogwawancaraeksklusifkatakami.files.wordpress.com/2010/03/20091118kapolri2.jpeg
Foto : Kapolri BHD dan Wakapolri Jusuf Manggabarani


Dan kalau mau terus terang, koor atau paduan suara dari "KORPS BRIMOB" inilah yang suaranya paling hancur dan amburadul karena suara mereka saling kejar-kejaran. 

Tetapi para jenderal "PARA MANTAN KOMANDAN BRIMOB" ini, benar-benar sangat percaya diri walaupun suara mereka amburadul saat bernyanyi.

Kapolri BHD sangat bahagia dengan semua penampilan bawahannya yang menunjukkan kekompakan dan rasa kebersamaan yang sangat tinggi. 

Perayaan ulangtahun Kapolri BHD yang ke 58 memang cukup sederhana dan diadakan persis di penghujung masa bakti BHD pada institusi Kepolisian. 

Mulai tanggal 1 November 2010 mendatang, Kapolri BHD resmi memasuki masa pensiun.
Genap 2 tahun ia memimpin Polri dengan beragam suka dan duka. 

"Sudah banyak sebenarnya perubahan yang ke arah yang lebih baik dari institusi Polri. Jadi jangan dibilang bahwa Polri itu tidak berubah atau jalan di tempat. Polri sudah berubah" demikian yang disampaikan BHD di hadapan tamu undangan yang memenuhi kediaman dinasnya Minggu malam.

http://images.paraorkut.com/img/pics/glitters/w/white_rose-3260.gif


BHD ingin mengajak sang isteri untuk berlibur sejenak di saat ia lengser nanti.
Dan simaklah sebuah kejutan dari sang isteri di hari ulang tahun Kapolri.

Ibu Nani Bambang Hendarso Danuri memberikan setangkai mawar putih dan mengatakan pada sang suami, "Jangan takut Sayang, ada aku disini. Biarpun tak lagi jadi Kapolri, aku akan setia mendampingimu".

Ciuman mesra dan setangkai mawar putih memang menjadi hadiah dari isteri tercinta untuk Kapolri BHD.

Cucu tertua BHD yaitu Alia juga mempunyai hadiah khusus untuk sang kakek ( yang biasa dipanggilnya dengan sebutan ABAH).

"Aku gak tahu harus kasih hadiah apa buat Abah. Hadiah dari aku, rasa SAYANG aja ya buah Abah. AKu gak punya hadiah lain, aku cuma punya hadiah itu" kata Alia yang masih berumur 6 tahun ini kepada KATAKAMI.COM. 


Sementara anak sulung BHD yang bernama Hanny, juga mempunyai hadiah khusus untuk sang ayah.

"Hadiah saya untuk Bapak adalah DOA. Doa anak untuk orangtuanya sangat ampuh. Itu yang paling penting buat saya untuk diberikan kepada orangtua yaitu Doa" kata Hanny kepada KATAKAMI.COM di sela-sela acara ulangtahun Kapolri BHD pada Minggu malam. 

Selamat Ulang Tahun Bapak Kapolri. 

Salam hormat, doa dan ucapan selamat ulang tahun kami sampaikan secara tulus.


(MS)